Senin, 14 Mei 2012

untukmu sahabatku

entah mengapa waktu enggan menurutiku, aku menginginkan waktu mundur agar aku bisa berlama lama bersamamu tapi.. aku bukan TUHAN yang mampu mengubahnya..
aku menyayangimu kawan walaupun kau menyebalkan, bahkan saat kau berlaku konyol. Terima kasih sudah mengajariku banyak hal. Terima kasih sudah menyemangatiku di saat aku terjatuh. Terima kasih sudah meminjamkanku bahumu untukku sandarkan saat ku menangis. Terima kasih atas kesabaranmu menjagaku. Terima kasih atas kenangan indah ini. Aku akan sangat merindukanmu. Aku akan sangat kehilanganmu. Tapi waktu tetap tak mau berjalan mundur.. Apakah ini akhir dari ceritaku bersamamu? apakah ini akhir perjalanan kita? entahlah akupun tak tau. Satu yang pasti di dalam doaku selalu terselip namamu kawan..

Kamis, 10 Mei 2012

hanya aku

taukah kau?
disini aku yang menunggumu
aku yang menanggung perihnya luka ini sendiri
aku yang memimpikan kau selalu ada tepat di sampingku
aku pula yang medambakanmu tanpa harus menantimu
tapi..
taukah kau rasanya menjadi aku?
kurasa tidak
kau terlalu dingin untuk dapat merasakannya
kau terlalu hambar untuk dapat mengerti perasaanku
kau terlalu dangkal untuk dapat mengerti dalamnya cintaku 
oh tuhan pantaskah aku terus mengeluh
dan pantaskah aku masih mengharapkannya 
walau ku tau cintaku tak kan terbalas

Rabu, 09 Mei 2012

dulu dan sekarang



dulu namaku cinta ketika kita bahagia 
dulu namaku cinta ketika cintaku tak sendiri

dulu namaku cinta ketika kau menjadi alasanku tertawa 

dulu namaku cinta ketika aku tersenyum membaca setiap sms darimu 

dulu namaku cinta ketika aku nyaman di sampingmu 
dan sekarang namaku tetap cinta walaupun kau kini bahagia bersama orang lain 

kamu itu

                                        kau begitu absurd untukku jelaskan
 kau begitu abstrak untukku rasakan
kau yang membuat mimpiku menjadi berwarna
kau yang selalu ada di hatiku walau hanya aku yang merasakan 
kau begitu sulit untukku pahami
entah apa yang harus ku lakukan
menunggumu?
menantimu?
itu sudah sering kulakukan bukan
lalu apalagi yang harus ku perbuat untuk menyadarkanmu?
sabarku pun ada batasnya dan aku pun berhak untuk di cintai